Arfiani Babay, Pendidik Inspiratif di Balik Transformasi Digital dan AI pada Pendampingan SPMI Gowa

by -124 Views

Gowa, sekolah-digital.id – Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Sulawesi Selatan kembali mendorong akselerasi mutu pendidikan melalui kegiatan “Supervisi dan Pendampingan Implementasi Penjaminan Mutu Pendidikan”. Berlangsung di SD Negeri Sungguminasa 1 pada 19-20 Agustus 2026, kegiatan ini menyoroti integrasi teknologi ruang kelas secara masif.

Sorotan utama dalam pendampingan ini tertuju pada sosok Arfiani Babay, S.Pd., M.Pd., Kepala SMP Negeri 1 Manuju, yang bertindak sebagai Fasilitator Daerah Kelas A Kabupaten Gowa. Di hadapan perwakilan Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Sekolah (TPMPS), Arfiani mengambil peran sentral dalam mengawal transisi sekolah-sekolah di Gowa menuju ekosistem pembelajaran berbasis digital.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa, Dr. Ulfa Tenri Batari, M.Pd., yang menekankan urgensi kolaborasi dan transformasi digital untuk mendongkrak Rapor Pendidikan, terutama pada aspek literasi, numerasi, dan karakter.

Menjawab tantangan tersebut, Arfiani Babay menghadirkan pendekatan deep learning (pembelajaran mendalam) yang dikolaborasikan dengan teknologi terkini. Sebagai fasilitator, ia membekali para peserta dengan berbagai kompetensi digital strategis.

Fokus Pendampingan Digital:

  • Optimalisasi Papan Interaktif Digital (PID): Mengubah ruang kelas tradisional menjadi lebih interaktif dan menyenangkan melalui pemanfaatan maksimal fungsi perangkat PID.
  • Integrasi Kerangka TPACK: Membimbing guru mengimplementasikan Technological Pedagogical Content Knowledge yang dihubungkan dengan penggunaan platform digital seperti Ruang Murid.
  • Pemanfaatan AI dan Koding: Memperkenalkan Kecerdasan Artifisial dan teknologi koding sebagai instrumen masa depan untuk mengasah literasi, numerasi, serta nalar kritis siswa.
  • Desain Konten Digital: Melatih guru merancang bahan ajar interaktif yang secara khusus disesuaikan dengan kebutuhan literasi dan numerasi peserta didik.
  • Simulasi Praktis: Mengajak peserta melakukan simulasi langsung penggunaan media PID dalam skenario pembelajaran di kelas.

Bagi Arfiani, digitalisasi pendidikan bukan sekadar tren. Ia menegaskan bahwa teknologi, seperti PID dan platform pembelajaran, merupakan sarana utama, bukan sekadar pelengkap, untuk membangun ekosistem yang berpusat pada murid. Menurutnya, guru yang memahami kerangka TPACK dan mampu memanfaatkan AI secara bijak akan jauh lebih mudah menyajikan pembelajaran yang bermakna.

“Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang berkelanjutan harus dibersamai dengan perbaikan kualitas pembelajaran di kelas,” tegas Kepala SMPN 1 Manuju tersebut.

“Melalui perangkat PID dan integrasi teknologi koding serta AI, kita ingin mendorong guru-guru di Gowa untuk berinovasi dan menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna bagi seluruh peserta didik.”.

Pendampingan intensif ini diikuti dengan antusias oleh puluhan perwakilan sekolah dari Klaster 1 dan Klaster 2 di Kabupaten Gowa. BBPMP Sulsel menargetkan agar seluruh sekolah yang didampingi mampu menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang konkrit serta menjalankan siklus SPMI berbasis digital secara mandiri dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.